Selasa, 06 Maret 2012

mundur agar jadi lebih baik

Kulihat semua kaki melaju secepat mungkin, kupandangi raut mata itu sangat antusias menghadapi tembok rintangan ini..tapi aku, masih terpana dan terpaku..hatiku tertahan dan langkahku pun terasa berat. Entah apa sesungguhnya yang mengikatku.Bukannya aku mengelak, tapi sebongkah keraguan mengangguku..Walau kata-kata mutiara mengalun bahwa keraguan akhir selalu berakhir dengan kepastian, namun aku masih tidak menemukan kepastian itu.
Secercah pilu sempat menghantuiku, mengingat raut mata terkasih. Namun, apa daya aku tidak mampu bergerak untuk saat ini. Biarlah aku mundur selangkah agar aku bisa maju seribu langkah nantinya.